LKTD.... awal menuju kualitas diri

  • 2018-11-22 15:21:06

Fokus pendidikan di ATMI Cikarang tidak hanya pada kemampuan teknis, tetapi juga tanggungjawab moral dan sosial yang dirumuskan dalam sebuah trilogi 3C: Competentia, Conscientia dan Compasssio.

“Menaklukkan diri dan mengatur hidup begitu rupa hingga tak ada keputusan diambil di bawah pengaruh rasa lekat tak teratur...” ( St. Ignatius Loyola ), menjadi sebuah semangat dalam upaya mengasah  karakter mahasiswa ATMI Cikarang.  Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar ( LKTD ), merupakan  salah satu fondasi awal yang cukup penting sebagai bagian dari suatu rangkaian  proses di dalamnya.

LKTD dimaksudkan untuk memperkuat individu sekaligus kelompok dengan harapan secara bersama-sama berhasil mencapai 1 tujuan berdasarkan kesadaran akan  peran serta masing-masing individu untuk bersinergi sebagai sebuah kelompok. Keberanian membuka diri untuk menemukan sendiri nilai-nilai yang muncul dalam dinamika selama LKTD menjadi suatu proses pembelajaran dan penyadaran diri akan dinamika yang ada dalam kehidupan suatu kelompok ( baca: masyarakat ). Tarik ulur akan sikap “berani karena benar” atau  “asal bapak senang” akan menjadi suatu dinamika batin yang (mungkin) akan terus dibawa dalam hidup.

Internalisasi nilai-nilai Ignatian dimaksudkan sebagai upaya untuk “menggali” ke dalam diri suatu bentuk kesadaran akan apa yang menjadi alasan seseorang berani mengambil keputusan ketika berhadapan dengan situasi ataupun orang lain yang dijumpainya. Kedisiplinan  dan kejujuran menjadi fokus untuk mencoba berfikir secara kreatif dan bertindak efektif  dalam mengatasi segala macam kesulitan-kesulitan yang muncul.

LKTD hanya merupakan trigger awal dari rangkaian proses pendidikan dan pembentukan karakter yang sangat panjang. Peran serta semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung sangat dibutuhkan untuk dapat menghasilkan lulusan yang berkwalitas, dalam arti memiliki kompetensi yang mumpuni, suara hati yang jernih dan kepedulian bagi sesamanya.

By. Chris Warsino